TINJAUAN HUKUM SURAT WASIAT DALAM PENYERAHANNYA OLEH ORANG LAIN KE NOTARIS

  • M. Sri Astuti Agustina UNIVERSITAS TULUNGAGUNG
Keywords: Wasiat, Penyerahan Oleh orang lain, Notaris

Abstract

Seseorang yang membuat surat wasiat harus diserahkan kepada pejabat yang berwenang dalam hal ini pihak notaris dengan keadaan tertutup dan disegel untuk dirahasiakan isi yang terdapat dalam surat wasiat tersebut. Sebelum disimpan oleh notaris para saksi harus memperhatikan keabsahan dari surat wasiat yang disimpan itu. Adapun para saksi itu jumlahnya berbeda-beda ada yang cukup dua saja da nada yang lebih dari dua yaitu empat saksi seperti yang termuat dalam pasal 940 ayat 2 BW.Untuk menyerahkan wasiat yang dibuat oleh pewaris tidak harus seorang yang membuat wasiat itu akan tetapi surat wasiat itu diserahkan pada orang lain untuk supaya diserahkan ke notaris. Untuk seorang perantara yang mengantar surat wasiat diharuskan adanya surat kuasa dengan bentuk tertulis, Surat kuasa yang diberikan kepada orang yang mengantar wasiat ke notaris dibuat dengan lembar tersendiri. Jadi tidak diterangkan di dalam surat wasiat tersebut, hal ini untuk menjaga kerahasiaan isi daripada surat wasiat yang dibuat oleh si pembuat wasiat. Surat wasiat yang penyerahannya dilakukan oleh orang kepercayaan si pembuat wasiat terhadap orang lain yang ditandatangani oleh si pembuat wasiat memiliki kekuatan hukum yang sama dengan diserahkan sendiri oleh si pembuat wasiat.

References

Ali Afandi, Hukum Waris, Hukum Keluarga, Hukum Pembuktian Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Cetakan ke 3 Des, Penerbit Bina Aksara, Jakarta 2003.

Benyamin Asri dan Thabra Asri, Dasar-Dasar Hukum Waris Barat, Penerbit Tarsito Bandung, 1998.

Baharuddin Lopa, Masalah-masalah Politik Hukum Sosial Budaya dan Agama Sebuah Pemikiran, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996

Hartono Soejopratiknjo, Hukum Waris Testamenter, Cetaan Ke 3 Penerbit Seksi Notariat UGM, 1999.

Pitlo, Pembuktian Dan Kedaluarsa, Penerbit PT. Intermasa Jakarta, 1988.

Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata Cetaan Ke 14, Penerbit Intermasa, 2005.

Subekti Dan R. Tjitrosudibyo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Penerbit Pradya Paramita Jakarta, 2004.

Mada Yogyakarta Sutrisno Hadi, Metodologi Researcht 2, Penerbit Yayasan Psikologi Universitas Gajah, 1983.

Marzuki, Metodologi Reset, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 1986.

Wiryono Prodjodikoro, Hukum Waris Di Indonesia, Cetaan Ke 7, Penerbit Sumur Bandung 2005.
How to Cite
M. Sri Astuti Agustina. (1). TINJAUAN HUKUM SURAT WASIAT DALAM PENYERAHANNYA OLEH ORANG LAIN KE NOTARIS. Jurnal Yustitiabelen, 6(1), 48-68. Retrieved from http://journal.unita.ac.id/yustitiabelen/index.php/yustitia/article/view/90
Section
Articles