Perbandingan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Organisasi Karang Taruna Di Desa Penjor Kabupaten Tulungagung
Keywords:
Kepemimpinan, Karang TarunaAbstract
Organisasi Karang Taruna memiliki peran penting dalam membantu mensukseskan pembangunan desa. Meskipun demikian, keberadaan Karang Taruna sering dinilai kurang signifikan dalam berkontribusi di desa. Beberapa hambatan kepemimpinan Karang Taruna Desa Penjor Kabupaten Tulungagung periode 2018-2023 menghadapi permasalahan terkait kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan program, yang berdampak pada rendahnya kepercayaan serta pastisipasi anggota. Perubahan kepemimpinan Karang Taruna periode 2024-2029 menunjukkan perbaikan kinerja menggunakan pendekatan yang lebih partisipatif dan efektif, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan anggota dan kinerja pada organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membandingkan gaya kepemimpinan Karang Taruna Desa Penjor pada periode 2018-2023 dan 2024-2029 serta menganalisis dampaknya terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif bersifat deskriptif untuk menggali makna secara menyeluruh terkait dinamika gaya kepemimpinan dalam organisasi Karang Taruna desa Penjor serta dampaknya terhadap kinerja dan partisipasi anggota. Hasil penelitian dianalisis menggunakan model kepemimpinan perilaku Likert dan ditemukan bahwa pada periode 2018-2023, Karang Taruna desa Penjor dipimpin dengan gaya otoriter dan semi lunak yang membuat komunikasi satu arah, minim transparansi, dan rendahnya partisipasi anggota sehingga organisasi berjalan kaku dan kurang efektif. Pada tahun 2024-2029 kepemimpinan berubah menjadi consultative dan participative, dimana anggota lebih dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program secara terbuka dan transparan. Perubahan ini meningkatkan rasa memiliki anggota, komunikasi yang harmonis, serta kepercayaan terhadap kepengurusan, sehingga Karang Taruna menjadi organisasi yang lebih solid, aktif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan desa.
Abstract
The Youth Organization has an important role in helping to succeed in village development. However, the existence of Karang Taruna is often considered less significant in contributing to the village. Several obstacles to the leadership of the Penjor Village Youth Organization, Tulungagung Regency for the 2018-2023 period face problems related to the lack of transparency in decision-making and program management, which has an impact on low trust and participation of members. The change in the leadership of Karang Taruna for the 2024-2029 period shows performance improvement using a more participatory and effective approach, so as to be able to increase member involvement and performance in the organization as a whole. This study aims to compare the leadership style of the Penjor Village Youth Organization in the 2018-2023 and 2024-2029 periods and analyze its impact on organizational performance. This study uses a descriptive qualitative research methodology to explore the meaning of the dynamics of leadership style in the Penjor village Youth Organization organization and its impact on the performance and participation of members. The results of the study were analyzed using the Likert behavioral leadership model and found that in the 2018-2023 period, the Penjor village Youth Organization was led with an authoritarian and semi-soft style that made one-way communication, minimal transparency, and low member participation so that the organization ran rigidly and less effectively. In 2024-2029, leadership will change to consultative and participative, where members are more involved in decision-making and program planning in an open and transparent manner. This change increases the sense of belonging of members, harmonious communication, and trust in management, so that Karang Taruna becomes a more solid, active, and real contribution to village development.
Downloads
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif.
Arif, A. (2014). Pengaruh Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Rokan Hilir. 1–52.
Desa, C. (2025). Permensos Nomor 25 Tahun 2019 - Karang Taruna - Cipta Desa.
Fathor AS, M. A. (2021). Pemberdayaan Organisasi Pemuda Desa dan Karang Taruna Desa dalam Tata Kelola Organisasi Di Masa Pandemi COVID-19 The Empowerment Of Youth Organization and Village Youth Organizations in Organizational. Jurnal Abdimas Berdaya :, 4(021), 82–90.
Hasan, M., Darmawan, F., Firmamsyah, Adawiyah, S. El, Nadib, A., Harifudin, Hartati, A., Shodiqin, A., & Farman, F. (2016). Desa Dan BUMDes. 1–23.
Infokum, S., & Binbangkum, D. (2007). Peraturan Menter Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007. 1–11. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/126362/permendagri-no-5-tahun-2007
Ni Luh Sri Kasih, & Mesya, K. M. A. (2023). Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap Komitmen Anggota Karang Taruna. Artha Satya Dharma, 16(1), 68–78. https://doi.org/10.55822/asd.v16i1.338
Pramesti, T. J. A. (2014). Dasar Hukum Karang Taruna. In Hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52ef26d6b1e2e/dasar-hukum- karang-taruna
Risti, R. G. S. D. (2024). Peran Karang Taruna dalam Pembentukan Karakter Kepemimpinan. 4, 57–69.
Rohmadilah, F., Sabardila, A., & Surakarta, U. M. (2025). Penurunan antusiasme dan partisipasi remaja dalam kegiatan karang taruna. 8, 102–114.
Solihah, A. (2021). Peran Karang Taruna Dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Giriharja Kecamatan Cipanas Lebak-Banten. Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 7(1), 89–108. http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/lbrmasy
Downloads
Published
Issue
Section
Deprecated: json_decode(): Passing null to parameter #1 ($json) of type string is deprecated in /home/journal.unita.ac.id/public_html/plugins/generic/citations/CitationsPlugin.php on line 68

.png)




