Pendampingan Milennial Peer Counselor (MPC) melalui Konseling Realitas dalam Meneguhkan Karakter Santri di Pondok Nurul Jannah Kudus

Indonesia

  • Khilman Rofi' Azmi Institut Agama Islam Negeri Kudus
  • Dwi Ima Herminingsih Universitas Tulungagung
Abstract views: 61 , pdf downloads: 61
Keywords: Millennial Peer Counselor (MPC), Pendampingan, Pesantren

Abstract

Abstract

The purpose of community service (PKlM) with the format of Millennial Peer Counselor (MPC) through reality counseling at Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) Nurul Jannah, Kudus are as follow (1) provides insight into the importance of counseling services and the process of providing assistance to the needy; (2) equip the  students of Islamic Boarding School (santri) with Reality counseling skills in finding alternative solutions for the ones who want to consult; (3) generate the peer counselor agents so that students can be referrals to friends. Soon after the program finished Santri has a special ambassador or cadre who will share and work together to solve their daily psychological problems. The  results of  community  service  include (a) Santri  get  insight about communication techniques and counseling that can be provided as peer counselors; (b) Institutions can map psychological problems in order to improve the quality of learning and social in Islamic Boarding School; (c) Through Millenial Peer Counselor, institutions are able to establish special bureaus or special units related to various psychological services aimed at students such as Islamic Counseling Centers, and (d) institutions have a broader opportunity to develop students with additional competencies to millennial peer counselor ambassadors such as Muslim motivator, young instructors, and self-development trainers for fellow students and the environment around the cottage.

Abstrak

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKlM) dengan format pendampingan Milenial Peer Counselor (MPC) melalui konseling realitas di Pondok Pesantren Nurul Jannah, Kudus antara lain (1) memberikan wawasan tentang pentingnya layanan konseling dan proses pemberian bantuan kepada yang membutuhkan; (2) membekali santri dengan keterampilan konseling Realitas dalam menemukan alternatif solusi bagi konselinya; (3) mencetak agen-agen konselor sebaya agar para santri dapat menjadi rujukan teman curhat. Hal tersebut sesuai dengan hasil yang didapatkan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan yakni Santri memiliki duta atau kader khusus yang dapat menjadi rujukan mereka dalam menyelesaikan masalah sehari-hari (Daily Problem) terutama yang bersifat psikologis. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat antara lain (a) Santri memperoleh wawasan tentang teknik komunikasi dan konseling yang dapat menjadi bekal menjadi konselor sebaya; (b) Lembaga dapat melakukan pemetaan terhadap permasalahan psikologis santri demi meningkatkan kualitas pembelajaran dan sosial di pesantren; (c) Melalui Millenial Peer Counselor lembaga mampu mendirikan biro khusus atau unit khusus berkaitan dengan berbagai layanan psikologis yang ditujukan untuk santri seperti Pusat Konseling Islam, dan (d) Lembaga mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan santri dengan kompetensi tambahan kepada duta konselor sebaya milenial seperti kompetensi motivator muslim, instruktur muda, dan trainer pengembangan diri bagi sesama santri dan lingkungan sekitar pondok.

Published
2021-04-27
How to Cite
Khilman Rofi’ Azmi, & Dwi Ima Herminingsih. (2021). Pendampingan Milennial Peer Counselor (MPC) melalui Konseling Realitas dalam Meneguhkan Karakter Santri di Pondok Nurul Jannah Kudus: Indonesia. JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT , 1(1), 9-19. https://doi.org/10.36563/pengabdian.v1i1.258
Section
Articles