ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PT HINDOLI (STUDI KASUS DI ESTATE TANJUNG DALAM)
DOI:
https://doi.org/10.36563/ejmrsx92Keywords:
Kelayakan Finansial, Kelapa Sawit, NPV, IRR, PP, PI, Replanting, Analisis SensitivitasAbstract
Investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit menuntut komitmen modal jangka panjang dengan eksposur risiko yang tinggi terhadap volatilitas pasar global dan dinamika agronomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kelayakan finansial produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada salah satu perusahaan perkebunan swasta di Provinsi Sumatera Selatan, dengan fokus khusus pada fase transisi investasi peremajaan tanaman (replanting). Melalui pendekatan studi kasus yang mendalam, penelitian ini mengintegrasikan data historis operasional tahun fiskal 2019-2025 dengan proyeksi finansial hingga tahun 2029, menggunakan tingkat diskonto 8,75% yang merefleksikan biaya modal dan premi risiko sektor agribisnis. Analisis dilakukan menggunakan instrumen Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI), serta dilengkapi dengan analisis sensitivitas untuk menguji ketahanan proyek terhadap guncangan harga eksternal. Temuan empiris pada skenario dasar (base case) dengan horizon waktu lima tahun mengungkapkan bahwa proyek mengalami tekanan likuiditas yang signifikan, ditandai dengan NPV negatif sebesar Rp34,48 miliar, IRR 4,89%, dan PI 0,909. Kondisi ini merefleksikan beban arus kas keluar yang masif untuk belanja modal (CAPEX) replanting di tengah absennya pendapatan dari tanaman belum menghasilkan. Namun, analisis sensitivitas memberikan perspektif yang kontras; kenaikan harga TBS sebesar 50% yang didorong oleh siklus komoditas atau kebijakan energi nasional mampu mentransformasi kelayakan proyek secara radikal, menghasilkan NPV positif Rp293,9 miliar dan IRR 37,25%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun indikator finansial jangka pendek tertekan akibat siklus investasi biologis, fundamental proyek tetap solid dengan elastisitas profitabilitas yang tinggi terhadap momentum harga pasar. Penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen risiko harga (hedging) dan efisiensi biaya input sebagai mitigasi utama.
Downloads
References
Anderson, J. R., dan Dillon, J. L. 1992. Risk Analysis in Dryland Farming Systems. FAO.
Aznur, T. Z., Lubis, F. A., dan Ginting, M. S. 2020. Analisis Kelayakan Finansial Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Agribisnis.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 2025. Outlook Pasar Kelapa Sawit Indonesia 2025. BPDPKS: Jakarta.
Bank Indonesia. 2025. Laporan Perekonomian dan Kebijakan Moneter 2025. BI: Jakarta.
Brealey, R. A., Myers, S. C., dan Allen, F. 2019. Principles of Corporate Finance (13th ed.). McGraw-Hill Education.
Corley, R. H. V., dan Tinker, P. B. H. 2015. The Oil Palm (5th ed.). John Wiley & Sons.
Data Internal Perusahaan. 2024. Audit Sertifikasi dan Produksi CPO Tahun 2023.
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2024. Statistik Perkebunan Indonesia 2023-2025: Kelapa Sawit. Kementerian Pertanian RI: Jakarta.
Gittinger, J. P. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. UI Press: Jakarta.
Indonesia Investments. 2025. Palm Oil Industry in Indonesia - CPO Production & Export Statistics.
Investopedia. 2024. Capital Budgeting: What It Is and How It Works.
Nasution, M. H. N., Syafrial, dan Nugroho, T. W. 2023. Analisis Kelayakan Finansial Perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Kisaran. Jurnal Ekonomi Pertanian, Universitas Brawijaya.
Pannell, D. J. 1997. Sensitivity analysis of normative economic models: Theoretical framework and practical strategies. Agricultural Economics Vol. 16 (2) 139–152.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta: Bandung.
Yahya, Z. 2024. A Feasibility Analysis of PIR Swadaya Oil Palm Development Program in East Kalimantan. Journal of Tropical Agriculture Vol. 12 (1).

