PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI JAMU TRADISIONAL SELAMA KEHAMILAN

  • ernawati tri handayani erna Universitas Tulungagung
Abstract views: 271 , pdf downloads: 74
Keywords: PENGETAHUAN, JAMU TRADITIONAL, KEHAMILAN

Abstract

ABSTRAK
Kebiasaan mengkonsumsi jamu tradisional pada kehamilan menjadi tradisi ibu hamil dibeberapa daerah, kebiasaan ini dapat menyebabkan kesulitan pada saat persalinan seperti ketuban keruh, menghambat kontraksi dan keguguran. Kurangnya pengetahuan tentang jamu tradisional bisa menyebabkan salah persepsi, sehingga masyarakat mempunyai anggapan bahwa penggunaan tanaman obat lebih aman dibandingkan obat sintesis (Utami, 2008).
Desain penelitian deskriptif dengan variabel tunggal: tingkat pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jamu tradisional selama kehamilan. Sampel penelitian semua ibu hamil sejumlah 40 orang dengan tehnik sampling jenuh dengan analisa data dengan teknik diskriptif.
Hasil penelitian pengetahuan pada tingkat tahu 30 responden (75%) punya pengetahuan dengan kriteria baik. Pada tingkat paham 21 responden (52,5%) mempunyai pengetahuan dengan kriteria kurang dan pada tingkat aplikasi, 31 responden (77,5%) mempunyai pengetahuan dengan kriteria kurang dan 22 responden (55%) mempunyai pengetahuan cukup tentang konsumsi jamu tradisional selama kehamilan.
Hasil penelitian mencakup pengetahuan pada tingkat tahu, paham dan aplikasi dapat dijelaskan bahwa pendidikan sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan. Rendahnya pendidikan sangat berpengaruh terhadap penerimaan informasi dan daya serap informasi yang masuk apalagi informasi yang didapat bersifat baru perihal konsumsi minum jamu selama kehamilan

ABSTRACT
The habit of consuming traditional herbal medicine during pregnancy has become a tradition of pregnant women in some areas, this habit can cause difficulties during childbirth such as cloudy membranes, inhibiting contractions and miscarriage. Lack of knowledge about traditional herbal medicine can lead to misperception, so that people assume that the use of medicinal plants is safer than synthetic drugs (Utami, 2008). Descriptive research design with a single variable: the level of knowledge of pregnant women about consumption of traditional herbal medicine during pregnancy. The sample of all pregnant women was 40 people with saturated sampling technique with data analysis with descriptive techniques. The results of the research on knowledge at the tofu level of 30 respondents (75%) had knowledge with good criteria. At the understanding level, 21 respondents (52.5%) had insufficient knowledge and at the application level, 31 respondents (77.5%) had insufficient knowledge of the criteria and 22 respondents (55%) had sufficient knowledge about consumption of traditional herbal medicine during pregnancy. The results of the study include knowledge at the level of knowledge, understanding and application. It can be explained that education greatly affects the level of knowledge. The low level of education greatly
affects the acceptance of information and the absorption of incoming information, especially since the information is new regarding the consumption of herbal medicine during pregnancy

Published
2018-01-01
How to Cite
erna, ernawati tri handayani. (2018). PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI JAMU TRADISIONAL SELAMA KEHAMILAN. Kebidanan, 8(1), 1-5. Retrieved from https://journal.unita.ac.id/index.php/bidan/article/view/231