Main Article Content

Abstract

ABSTRAK

Pemberdayaan merupakan proses, cara, perbuatan yang membuat berdaya, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak yang berupa akal, ikhtiar atau upaya untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupan masyarakat baik material maupun spiritual guna mencapai cita-cita dan tujuan suatu bangsa. Proses pemberdayaan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi dengan keikutsertaan dan partisipasi masyarakat sehingga berdaya guna.

Masalah yang diteliti adalah bagaimana peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dari faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Waung.

Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian diskriptif kualitatif karena peneliti ingin memberikan gambaran yang jelas tentang peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Hasil penelitian mangenai peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa, dengan focus penelitian peran masyarakat sebagai pelaku, partisipan dan sebagai peserta menunjukkan kategori baik.

Faktor pendukung pemberdayaan dalam kegiatan masyarakat adalah motivasi dan kebijaksanaan pemerintah sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah anggaran dan sarana prasarana.

ABSTRACT

Empowerment is a process, method, action that makes power, namely the ability to do something or the ability to act in the form of reason, effort or effort to develop various aspects of people's lives both materially and spiritually in order to achieve the ideals and goals of a nation. The empowerment process does not happen by itself, but with the participation and participation of the community so that it is efficient.

The problem examined is how the role of the community in community empowerment activities from supporting and inhibiting factors in community empowerment activities in Waung Village.

The research method used is descriptive qualitative research method because researchers want to provide a clear picture of the role of society in community empowerment activities.

The results of the study deal with the role of the community in community empowerment activities in the village, with a focus on research on the role of the community as actors, participants and as participants showing good categories.
Supporting factors for empowerment in community activities are motivation and government policies while the inhibiting factor in community empowerment activities is the budget and infrastructure.



Keywords

Peran Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Desa

Article Details

How to Cite
Margayaningsih, D. I. (2018). PERAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA. Publiciana, 11(1), 72-88. Retrieved from https://journal.unita.ac.id/index.php/publiciana/article/view/140

References

  1. Bintarto, R. 1983. Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya, Jakarta : Ghalia Indonesia
  2. Soekanto Soerdjono. 2009, Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat, Jakarta : PT Raja GRafindo Persada
  3. Soehendy, Joesoef. 1990. Partisipasi Masyarakat, Jabar. Jetis
  4. Linton, Ralph. The Study Of Man, New York. Appleton Press
  5. Beger, Peter L. 1990. Sosialisasi Pengetahuan, Jakarta : LP3ES
  6. David Stephen P. Robinson. 1994. Human Resaurces Management Concep and Practices, Prenhallindo. Jakarta.
  7. Ife, Jim. 1995. Community Developmen :Creating Community Alternative, Vision, Analysis and Practice, Melbourne Longman. Australia. Pty Ltd.
  8. Paine, Malcolm, 1997. Modern Social Work Theory : Second edition. London Mac Millan Press Ltd
  9. Shardlow, Steven. 1998, Value, Ethics and Social Work.London : Mac Millan Press Ltd
  10. Suhendra, K. 2006. Peranan Birokrasi dalam Pemberdayaan Masyarakat.Bandung : Alfabeta
  11. Sulistiyani, Ambar Teguh, 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan.Yogjakarta : Gaya Media
  12. Kartasasmita, Ginanjar. 1995. Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan.PT. PUSTAKA Cindesindo. Jakarta.
  13. Widjaja, AW, 2003. Peranan Motivasi dalam Kepemimpinan, cetakan pertama, Jakarta : AKADEMIKA PRESSINDO
  14. Oos. M. Annas, 2014. Pemberdayaan Musyawarah di Era Global. Alfabeta, Bandung
  15. Soekidjo, Notoatmojo, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta
  16. Cardoso Gomes, Faustino, 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andi Offset, Yogjakarta
  17. Soepartono, 2006.Sarana dan Prasarana.Jakarta : Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
  18. Moleong.2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja RosdaKarya
  19. Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa
  20. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
  21. http://umum-pengertian-blogspot.co.id/2016/06-pengertian-peran-secara-umum.html.
  22. http://hariannetral.com/2014/09/pengertian-masyarakat-menurut-para-ahli.html.
  23. http://materibelajar.id/2015/12/inilah-beberapa-definisi-pemberdayaan.html.
  24. http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/07/16-pengertian-desa-menurut-para-ahli.html.