PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI PETANI  BIOSAKA DAN  NON-BIOSAKA  DI TIGA DISTRIK KABUPATEN SORONG

Authors

  • Wiwin Setiawati Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Aci Aprianto Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Hendra Sudirman Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.36563/04pkw783

Keywords:

biosaka, non-biosaka, petani cabai

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produksi, biaya produksi, harga jual, dan pendapatan usahatani cabai antara petani Biosaka dan Non-Biosaka di Distrik Mayamuk, Distrik Mariat, dan Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah petani pengguna Biosaka yang berjumlah 30 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Kelompok kedua adalah petani Non-Biosaka, dari populasi yang lebih besar dipilih secara acak sebanyak 30 orang untuk dijadikan kelompok pembanding. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketiga Distrik Kabupaten Sorong, produksi petani Biosaka lebih tinggi dibandingkan Non-Biosaka. Pendapatan petani Biosaka di setiap distrik juga lebih tinggi, didukung oleh biaya produksi yang lebih efisien dibandingkan petani Non-Biosaka. Berdasarkan Hasil uji Mann-Whitney, terdapat perbedaan signifikan pada variabel produksi, biaya dan pendapatan antar dua kelompok, sementara itu harga jual tidak menunjukan perbedaan signifikan karena harga lebih di pengaruhi oleh kondisi pasar. Secara keseluruhan, penggunaan Biosaka mampu meningkatkan efisiensi biaya, produktivitas, dan pendapatan petani, sekaligus mengurangi penggunaan pestisida kimia sehingga lebih menguntungkan bagi petani cabai di Kabupaten Sorong.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiwijaya, H. D., & Cartika, I. 2023. Pemanfaatan Berbagai Jenis Gulma sebagai Bahan Biosaka untuk Meningkatkan Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L.). Jurnal Agroekoteknologi Dan Agribisnis, 7(2), 151-160. https://doi.org/10.51852/jaa

Azalia, A., Putrantri, D. A., & Zulfahmi, R. (2023). Analisis Usaha Tani Tanaman Jagung Manis Berbasis Biosaka. JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo), 8(2), 39-47. https://doi.org/10.30869/jtpg.v8i2.1255

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2023. Angka Tetap Hortikultura Tahun 2022. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Jamin, F. S., Kamal, D. M., Auliani, R., Rusli, M., & Pramono, S. A. 2024. Penggunaan pestisida dalam pertanian: Resiko kesehatan dan alternatif ramah lingkungan. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(11), 4151-4159. https://doi.org/10.56338/jks.v7i11.6342

Reflis, R., Sumartono, E., Arianti, N. N., & Sukiyono, K. (2023). Biosaka pengembangan pertanian organik. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 2939-2945.

Sinambela, B. R. 2024. Dampak penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 8(2),178-187.

Downloads

Published

2026-04-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI PETANI  BIOSAKA DAN  NON-BIOSAKA  DI TIGA DISTRIK KABUPATEN SORONG. (2026). Jurnal AGRIBIS, 12(1), 54-66. https://doi.org/10.36563/04pkw783