ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PANTAI PRIGI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK

  • Slamet Hariyanto
Abstract views: 34 , PDF downloads: 37
Keywords: Pemberdayaan Nelayan

Abstract

Abstrak

 

Rendahnya pendapatan nelayan di Prigi salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi alam. Sehingga proses penangkapan ikan tidak berlangsung sepanjang tahun. Pada periode tertentu nelayan tidak melaut karena angin kencang, gelombang besar dan arus laut yang kuat. Kondisi seperti ini disebut dengan musim paceklik yaitu suatu musim yang dimana nelayan tidak beraktivitas sama sekali. Guna mencukupi kebutuhan hidup nelayan harus mencari pinjaman kepada pedagang atau menjual barang-barang yang dimilikinya.  Pinjaman akan dibayar saat musim sudah membaik dan hasil tangkapan ikan melimpah. Konsekuensi  yang harus dipenuhi adalah ketika musim ikan nelayan harus menjual hasil tangkapan dengan harga yang telah ditentukan oleh juragan atau pedagang. Dampak dari hubungan kurang baik  antara nelayan dengan juragan atau pedagang ini adalah pada saat musim ikan datang nelayan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan akibatnya, pinjamannya sering kali tidak bisa dilunasi dan menumpuk karena pada musim paceklik berikutnya nelayan meminjam lagi.

Untuk meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Prigi yang demikian, diperlukan program pemberdayaan yang dapat diwujudkan melalui kemandirian masyarakat nelayan. Program pemberdayaan yang dilakukan harus mampu menjawab semua masalah yang di hadapi masyarakat nelayan di Prigi, selain itu program yang dilakukan harus melibatkan masyarakat sebagai peran utama dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di Prigi. Keberhasilan program pemberdayaan bergantung pada stakeholders yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat nelayan dengan menempatkan masyarakat nelayan sebagai subyek dan objek pembangunan.Dengan adanya pendekatan pembangunan yang berpusat pada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik fisik maupun non fisik.

Abstract

 

The low income of fishermen in  Prigi beach influenced by natural conditions, so  the process of fishing does not take place throughout the year. At certain periods the fishermen not to fish because strong wind,big waves and strong ocean currents.These conditions are referred to the famine that is a season in which the fishermen do not move at all. In order to meet the needs of fishermen borrow merchants or sell its goods.Debt is paid when the season is getting better and abundant fish catches. the term conditions  is the fisherman has to sell the catch at a price which determined by the skipper or middlemen. The impact of this bad relationship between fisherman with skipper or middlemen when  during the fishing season does not get satisfactory results. And consequently,  the debt can’t be repaid and being accumulate  because the next famine season fishermen would borrow again.

To improve living conditions in the coastal fishing communities in Prigi, needs empowerment program that can be realized through independence fishing communities. Empowerment programs should be able to answer all the problems faced by fishing communities in Prigi, besides that the programs undertaken should involve the community as the main actor in the empowerment of fishing communities in Prigi. The success of the empowerment program depends on  stakeholders which involved in the fishing community empowerment by placing the fishing communities as the subject and object of development. With the approach centered on community development can improve the welfare of fishermen, both physical and non-physical.

 

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, Agus dkk. 2008. Model Kebijakan Pemberdayaan Nelayan Bantul Ditinjau dari Perspektif Ekonomi dan Hukum. Jurnal Fenomena, 19:1-2.

Agustnty, Harnita. 2009. Kemitraan Usaha Pada Masyakat Pesisir. Diakses tanggal 30 Desember 2009 dari: http//www.scribd.com

Anonymous. 2009. Negara Kesejahteraan dan Pembangunan Kesejahteraan Sosialhtt. Diakses tanggal 23 Agustus 2009 dari http://id.teguh.web.id/negara-kesejahteraan-dan-pembangunan-kesejahteraan-sosial.

. 2009. Kajian Kebijakan Kelautan Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Direktorat Kelautan dan Perikanan

.2009.Pengertian Penelitian. Diakses tanggal tanggal 23 Agustus 2009 dari http://acehforum.or.id/forum.php

. 2009. Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif. Diakses tanggal tanggal 23 Agustus 2009 dari : http://massofa.wordpress.com/2008/01/14/kupas-tuntas-metode-penelitian-kualitatif-bag-1

Ardhana. 2008. Penelitian Deskriftif. Diakses tanggal 1 Desember 2009 dari : http://ardana12.wordpress.com

Faiza, Riana. 2004. Kajian Beberapa Aspek Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Nelayan Pengelolah Muara Angke. Institut Pertanian Bogor.

Halim, Fakhruddin dkk. 2008. Nelayan Bangka Belitung. diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari http://id.wordpress.com/tag/metro-headline/.

Hatono, Tjahjo Tri dkk. 2006. Identifikasi Bentuk Kemiskinan Nelayan di Desa Eretan Wetan Melalui Kajian Sosial Budaya. Jurnal Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Volume 1 Nomor 2 , 197-204.

Hikmat, Harry. 2001. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung:Humaniora Utama Pres.

Kusnadi. 2008. Akar Kemiskinan Nelayan. Yogyakarta: PT LKis Pelangi Aksara.

Kusnadi. 2006. Filosofi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Bandung: Humaniora

Kusnadi. 2009. Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogjakarta: Ar-RuzzMedia.

Lendryono, Fauzik. 2007. Beberapa Pemikiran Tentang Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Malang:UMM Pres

Manadiyanto, Sastrawijaya. 2002. Nelayan Nusantara. Jakarta: Badan Riset Kelautan dan Perikanan

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prasojo, Eko. 2003. People and Society Empowerment: Perspektif Membangun Partisipasi Publik.. FISIP UI

Pical, Venda Jolanda. 2003. Sistim Pembinaan Masyarakat Nelayan Dalam Perspektif Pembangunan Perikanan Yang Berkelanjutan Di Indonesia.diakses tanggal tanggal 1 Desember 2009.

Ramadan, La Ode Muhammad. 2009. Kendala dan Tantangan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan. Diakses tanggal 1 November 2009 dari http://kendariekspres.com/.

Santosa, Pandji. 2008. Administrasi Publik (Teori dan Aplikasi Good Governance). Bandung:PT. Refika Aditama.

Siswanto, Budi. 2008. Kemiskinan dan Perlawanan Kaum Nelayan. Surabaya:Laksbang Mediatama

Suharto, Edi. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bangung: PT Refika Aditama.

Suhendra. 2006. Peranan Birokrasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Bandung:Alfabeta

Sulistyono, Agung. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Lokalitas (Studi Kasus Pengentasan Kemiskinan di Muara Angke Kelurahan Pluit Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Fakultas Sosial dan Politik. Universitas Indonesia

Sulistiyani, Ambar Teguh. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogjakarta:Gava Media

Sulistiyani, Ambar Teguh. 2007. Konseptualisasi Model Pemberdayaan LSM sebagai Fasilitator Pembangunan. Jurnal Kebijakan Administrasi Publik, Volume 11 Nomor 2, 139-157.

Tim BPS Kabupaten Trenggalek. 2014. Kabupaten Trenggalek Dalam Angka. Trenggalek:BPS Kapupaten Trenggalek

Tim BPS Kecamatan Watulimo. 2014. Kecamatan Watulimo dalam Angka. Watulimo:Statistik Kecamatan Watulimo

Tim Dinas Kelautan dan Perikanan. Laporan Akhir Tahun 2012. Trenggalek: Dinas Kelautan Dan Perikanan

Tim Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. 2013. Laporan Akhrir Tahun 2013. Prigi:PPN Prigi

Tim UPTD TPI. 2013. Selayang Pandang TPI Tahun 2013. Prigi: UPTD TPI

Wrihatnolo, R.Randy dan Dwidjowijoto. 2007. Manajemen Pemberdayaan (Sebuah Pengantar dan Panduan Untuk Pemberdayaan Masyarakat). Jakarta: PT. Elek Media Komputindo

How to Cite
Hariyanto, S. (1). ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PANTAI PRIGI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK. Jurnal BONOROWO, 2(1), 55-70. https://doi.org/10.36563/bonorowo.v2i1.31
Section
Articles