Analisa Usahatani Dan Efisiensi Pemasaran Bawang Prei (Allium Porrum Bl.) Di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung (Studi kasus di Desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung)
Abstract
Bawang prei merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan di
Indonesia, khususnya pulau Jawa. Beberapa tahun belakangan, komoditas ini mulai
dibudidayakan di Desa Pinggirsari yaitu sekitar 3 tahun yang lalu. Para petani beralasan
bahwa usahatani bawang prei merupakan salah satu usahatani yang cukup menjanjikan. Di
samping perawatannya yang relatif mudah, harganya pun relatif stabil.
Penelitian dengan tujuan untuk: 1) mengetahui besar biaya rata-rata usahatani
bawang prei, 2) mengetahui besar pendapatan rata-rata petani bawang prei, 3) mengetahui
apakah usahatani bawang prei di daerah penelitian menguntungkan atau tidak, dan 4)
menganalisis efisiensi pemasaran dengan pendekatan lembaga dan saluran pemasaran,
telah dilakukan pada lahan dengan jenis tanah lempung berliat.
Penelitian dilakukan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten
Tulungagung, Jawa Timur selama kurun waktu pada bulan Mei 2013. Data yang
dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Jumlah responden yang diambil
sebanyak 15 orang petani, 3 orang pengepul dan 3 orang pengecer. Pengambilan sampel
dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan: a) karena keterbatasan waktu,
biaya dan tenaga, b) di desa tersebut terdapat usahatani bawang prei pada musim tanam
2013, dan c) di desa tersebut merupakan sentra tanaman sayuran, salah satunya adalah
bawang prei. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) analisa
biaya, 2) analisa pendapatan, 3) analisa R/C ratio dan 4) analisa efisiensi pemasaran.
Hasil analisa biaya menunjukkan bahwa biaya total produksi sebesar Rp
30.779.396,-/ha. Hasil analisa pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata
sebesar Rp 60.978.598,-/ha. Hasil analisa R/C ratio menunjukkan bahwa R/C ratio > 1, itu
berarti usahatani bawang prei di daerah penelitian sudah efisien. Sedangkan hasil analisa
efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa marjin pemasaran sudah efisien, karena berada
pada kisaran 0-33%. Sedangkan farmer’s share juga sudah efisien, karena nilainya jauh
lebih besar dari marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran.
Downloads
References
AAK. 2005. Budidaya Bawang Merah. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.
Anonymousb. 2012. Budidaya Tanaman. http://meganet-bedoho. blogspot. Com/
/11/budidaya-tanaman.html.
Apriani, Nuki. 2007. Analisis Usahatani Talas Di Desa Taman Sari, Kecamatan Ciapus,
Kabupaten Bogor. Skripsi. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis.
Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Batam, Ratek. 2007. Direktorat Jenderal Hortikultura.
Dahl, Dale C. and Hammond J. 1977. Market and Price Analysis The Agricultural
Industries. Mc.Graw-Hill, Inc. New York.
Hernanto, Fadholi. 1989. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kohl, R.L. and Downey,W.D. 1972. Marketing of Agricultural Product Fourth Ed.
Macmillan Co, New York.
Kotler, P. 1995. Management Pemasaran. Prehalindo. Jakarta.
Limbong,W.H. dan Sitorus,P. 1987. Pengantar Tataniaga Pertanian. Diktat.
Departemen Ilmi-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian IPB. Bogor.
Mulyawan, Siswanto. 2007. Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura.
Nuruliana Hidayati, Dewi. 2000. Analisis Sistem Pemasaran Bawang Daun. Skripsi.
Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Soekartawi, A. Suharjo. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan
Petani Kecil. Universitas Indonesia. Depok.
Jurnal Agribisnis Fakultas Pertanian Unita Vol. 11 No. 13 April 2015 44
Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Susila, A.D. 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Departemen Agronomi dan
Holtikultura. Fakultas Pertanian IPB.
Yessi Rosmalia Sitanggang, Nelda. 2008. Analisis Usahatani Bawang Daun Organik
dan Anorganik. Skripsi. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

